Terjebak
dalam euphoria kebebasan
"okee dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia meskipun masih awal-awal agustus yah, saya ingin menyampaikan unek-unek nih yang selama ini mengganjal bagi saya yang bisanya hanya mengamati hehe dan pengen banget untuk saya sampaikan. baiklah langsung ke inti yuu cuuus....."
Kita sering kali menuntut hak kita kepada mereka, kita sering berbicara bahwa Negara ini adalah Negara demokratis semua orang berhak memiliki kebebasan berpendapat, kebebasan hidup dan kebebasan yang lainnya. Kita sering kali menuntut kebebasan itu tanpa kita sadari sebenarnya kita sudah memiliki hal itu dan melakukan tindakan melebihi kapasitasnya. Selama ini kita sudah berbicara banyak dengan menuntut ini itu dan melakukan yang lainnya sesuai kehendak kita dengan tujuan yang sama memperbaiki kehidupan bangsa (kita sendiri) dan memajukan Negara tapi kita lupa akan satu hal positif dari mereka yang telah melanjutkan jalannya kemerdekaan ini meski dengan carut marutnya kinerja mereka. Yang kita besar-besarkan adalah ketika mereka melakukan kesalahan yang wajar sebagai manusia itu membuat kita geram dan kesal sehingga kita cenderung membenci mereka yang bergelut didunia politik maupun dibidang lainnya yang mempengaruhi kehidupan bangsa, karena kebanyakan dari mereka memiliki kepentingan diatas kepentingan. Alasannya adalah satu yaitu mereka ingin mensejahterakan keluarga mereka tapi lupa akan rakyatnya, itulah yang ada dibenak kita tentang mereka. Saya sering kali berandai-andai seandainya jika kita berambisi ingin memajukan Negara dengan segala prestasi apa yang telah kita miliki dan tahu banyak hal tentang Negara ini bahkan suatu hari kita mengetahui kejahatan terselubung yang dilakukan para pejabat elit dari pemerintahan, kita selalu berkoar-koar ingin menyampaikan kebenaran kepada masyarakat sampai belum banyak orang yang tahu dan disaat itu pemerintah menawarkan posisi untuk kita sebagai jaminan untuk menutup mulut kita. Apakah kita akan menolaknya ketika kita berada dalam ekonomi yang sulit? Mungkin ada saja orang yang mengatakan tidak karena demi sebuah kebenaran kita harus melakukan apapun termasuk menolak tawaran yang menggiurkan tersebut tapi coba kita pikirkan sekali lagi seandainya hal ini benar-benar nyata terjadi pada kita, apa benar kita akan menolaknya? Saya yakin kita pasti akan menerimanya meski dengan berat hati. Coba kita tengok diri kita sendiri apakah kita sudah bisa meyakinkan diri dengan mantap mengikuti hati nurani kita dengan segala kebenaran yang sudah kita ketahui. Kita percaya bahwa tidak semua manusia seperti ini dan kebanyakan dari kita lebih memilih menyembunyikan kebenaran demi kesejahteraan kita sendiri dan sampai akhirnya dari berandai-andai itu saya berpikir mungkin seperti itulah cara mereka hidup walaupun itu hanya sekedar cerita dari apa yang saya dengar (entah nyata atau tidak).
Mereka
yang tidak memiliki hati nurani adalah mereka yang menganggap uang diatas
segalanya, mungkin juga mereka
yang berada dibalik layar, atau mereka yang memiliki kendali atas jalannya
pemerintahan diatas presiden.
Saya
memang tidak banyak tahu tentang ketatanegaraan, pemerintahan, dunia politik
serta bagaimana sistemnya didalam negeri ini. Tapi begitu banyak hal yang saya
lihat dan saya dengar tanpa saya ketahui apa itu benar atau tidak. Banyak yang
berpendapat bahwa Negara ini memang sudah merdeka tapi tidak dengan rakyatnya,
mereka menganggap bahwa mereka belum merdeka. tidakkah negara kita melewati
masa yang panjang sebelum proklamasi kemerdekaan dan setelah tahun 1945 negara
ini merdeka dan hakikat kemerdekaan itu telah kita miliki saat itu juga. Kita
yang sekarang hanya tinggal bagaimana menjaga kemerdekaan yang telah para
pejuang kita capai. Sebenarnya yang membuat kita tidak merdeka adalah diri kita
sendiri, setelah masa kemerdekaan berlalu hingga 70 tahun lamanya kita terlalu
terlena dalam euphoria kebebasan, kebebasan yang kita miliki setelah
kemerdekaan telah membuat kita lupa diri. Bukan hanya kita tapi mereka, kita
rakyat biasa dan mereka-mereka para pejabat pemerintahan serta seluruh lapisan
masyarakat sudah santai berleha-leha dengan kebebasan yang kita semua miliki
tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada bangsa ini kedepannya, dampak
yang dirasakan rakyat adalah kesengsaraan dan mereka yang diatas menyesatkan
diri demi mensejahterakan diri. Kita sepertinya hanya melanjutkan hidup bukan
melanjutkan perjuangan dari mereka-mereka yang terdahulu yang menjadi filosofi
bangsa ini. Oleh karena itu bisakah kita mempertahankan indonesia saat kita
merasa belum merdeka? Bukan saatnya untuk saling menyalahkan satu sama lain,
sekarang ini negara kita sudah merdeka, yang harus kita lakukan adalah berjuang
untuk apa yang seharusnya kita dapatkan, untuk apa yang seharusnya kita miliki,
untuk semuanya demi kesejahteraan kita bersama. Merdeka bukan berarti berhenti
dalam berjuang dan hanya sekedar melanjutkan hidup semata. Tapi merdeka disini adalah suatu kondisi dimana
kita berjuang dalam kebebasan (kedaulatan kita sendiri).
Bukan
negara yang membuat kita sengsara tapi diri kita sendiri, bukan negara yang
membuat kita tidak sejahtera melainkan diri kita sendiri. Ingat kata-kata yang
sering kita dengar yang intinya seperti ini “jangan tanyakan apa yang sudah
negara berikan pada kita, tapi tanyakan apa yang sudah kita lakukan untuk
negara”. Nah itulah yang menginspirasi saya menulis ini hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar