MINAT DAN BAKAT MENENTUKAN
MASA DEPAN
Berbicara tentang minat
dan bakat pasti kedengerannya emang saling erat kaitannya tapi ternyata tidak
demikian. Faktanya saya yang salah satunya memang berminat dibidang seni tetapi
tidak ada talent buat saya untuk menuju ke bidang itu, tapi ngga ada yang ngga
mungkin, selama ada minat pasti bakat akan muncul dengan sendirinya melalui
kerja keras dan keseriusan menekuni bidang itu. So jika ada minat pasti bakat akan muncul
tapi ada bakat belum tentu disertai dengan minat.
Sebenarnya banyak orang
yang punya bakat dan minat berbeda seperti saya tapi alangkah baiknya jika kita
mau mengikuti kata hati kita untuk memilih mana yang lebih kita
sukai/cintai/minati/gemari untuk dijadikan prioritas dimasa mendatang, misalnya
siswa yang baru lulus dibangku SMA yang memilih jurusan di universitas. Dia
harus pandai-pandai memilih jurusan apa yang harus ia pilih karena itu adalah
hal yang menentukan perkembangannya dimasa depan. Jika ia memilih dengan tepat
dan benar pasti ia akan lebih berkembang dalam kehidupan pribadi maupun
sosialnya dan yang terutama adalah dia akan lebih nyaman menjalani tugasnya
sebagai mahasiswa, tapi jika ia tidak memilih jurusan dengan tepat maka ia akan
terjebak dalam situasi yang bukan seharusnya ia jalani.
Kenapa
saya contohkan demikian???
Karena untuk menentukan jalan hidup kita, kita harus memilih
sesuatu atau hal yang benar-benar membuat kita merasa nyaman bisa saja sesuatu
yang kita minati.
Hal lain yang berkaitan adalah adanya perbedaan pendapat antara
orang tua dengan anak, kenapa berkaitan? Karena orang tua selalu menginginkan
anaknya sukses tapi kebanyakan dari mereka menginginkan anaknya sukses dengan
caranya sendiri yaitu dengan mengikuti kemauannya (orang tua). Jika sang anak
mengikutinya dengan senang hati itu tidak akan menjadi masalah untuknya tapi
jika sang anak mengikutinya dengan hati yang ragu atau sebenarnya dia tidak
ingin melakukannya itu akan membuat anak tidak berkembang dalam kehidupannya
bahkan keinginan orang tua untuk suksespun tidak terpenuhi. Jika kondisi sudah
seperti itu seharusnya orang tua bisa membebaskan pilihan hidup anaknya atau
bahkan mendorongnya dari belakang supaya anak menjalani hidupnya tidak was-was
karena orang tua tidak merestuinya. Jadi untuk kalian yang masih bersekolah
pikirkanlah matang-matang apa yang sebenarnya menjadi passion kalian (yang
tentunya berhubungan/berkaitan dengan cita-cita kalian) agar tidak salah dalam
melangkah, tapi jangan lupa juga untuk mendiskusikannya kepada orang tua karena
apa yang akan kita lakukan jika tanpa dukungan orang tua percuma saja, bisa
jadi kalian akan mendapati kegagalan dalam kehidupan kalian seperti apa yang
saya alami dulu, tapi jangan sampai teman-teman seperti saya yah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar